Ada pola yang sangat familiar bagi engineer dan operator di pabrik gula Indonesia, pagi hari produksi berjalan lancar, vacuum gauge di pan masakan menunjukkan angka yang memuaskan, dan masakan berjalan sesuai jadwal. Namun ketika jarum jam mendekati pukul 11.00–13.00, tanpa ada perubahan apapun pada setting mesin, angka vakum mulai merosot perlahan.
Operator merespons, namun tidak banyak yang bisa dilakukan. Masakan melambat, konsumsi uap naik, dan target produksi shift siang mulai terancam. Keesokan harinya, pola yang sama berulang.
Ini bukan kerusakan mendadak. Ini bukan pompa yang rusak secara tiba-tiba. Ini bisa diprediksi, dicegah, dan diatasi asalkan penyebab mendasarnya dipahami dengan benar.
Untuk memahami fenomena ini, perlu dipahami terlebih dahulu cara kerja liquid ring vacuum pump (LRVP) jenis pompa vakum yang paling umum digunakan di stasiun masak pabrik gula.
LRVP bekerja dengan memanfaatkan air yang diputar oleh impeller eksentrik di dalam casing untuk membentuk "cincin cair" (liquid ring). Cincin air inilah yang berfungsi sebagai seal sekaligus media kompresi menjebak gas dari sisi inlet dan mendorongnya ke sisi discharge. Tanpa cincin air yang rapat dan stabil, tidak ada vakum yang bisa tercipta.
Di sinilah suhu air menjadi variabel yang paling kritis.
Menurut hukum gas Dalton, tekanan campuran gas sama dengan jumlah tekanan parsial masing-masing komponennya. Performa vacuum pump dengan prinsip liquid ring sangat dipengaruhi oleh tekanan uap jenuh (saturated vapour pressure) dari seal water yang digunakan.
Dalam praktiknya, ini berarti:
Kenaikan tekanan uap air ini langsung berdampak pada penurunan performa pompa. Hampir semua kurva performa liquid ring vacuum pump dari produsen dibuat berdasarkan kondisi seal water 15°C. Artinya: pompa yang Anda beli memiliki spesifikasi vakum maksimum yang diukur pada kondisi ideal, kondisi yang hampir tidak pernah tercapai di ruang mesin pabrik gula Indonesia di siang hari.
Jika suhu seal water masuk adalah 30°C, koefisien pengaruh suhu (K1) pada tekanan inlet 400 hPa adalah 1,07 artinya performa aktual turun 7% dibanding kondisi standar 15°C. Semakin rendah tekanan inlet (semakin dalam vakum yang dibutuhkan) dan semakin tinggi suhu air, semakin besar dampaknya terhadap performa.
Suhu seal water yang direkomendasikan untuk operasi optimal adalah 15°C hingga 20°C. Suhu di atas rentang ini mengurangi kapasitas vakum pompa karena liquid ring menjadi kurang rapat dan tekanan uap meningkat, sehingga rasio kompresi efektif berkurang.
Baca Juga : Mengenal Vacuum Pump, Jenis dan Cara Kerjanya

Pabrik gula di iklim tropis menghadapi kombinasi tiga faktor yang saling memperparah:
Suhu ambient yang tinggi di puncak siang hari.
Sentra pabrik gula di Jawa Timur Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang dan di wilayah Jawa Tengah seperti Pekalongan dan Tegal, mengalami suhu udara yang bisa mencapai 33–37°C di puncak musim kemarau. Air dari sumber manapun sumur, sungai, atau menara pendingin yang sudah tua suhunya ikut naik signifikan di siang hari.
Ruang mesin yang minim ventilasi.
Ruang pompa di pabrik gula konvensional jarang dirancang dengan sistem ventilasi yang memadai. Panas yang dihasilkan oleh turbin, ketel, dan pipa uap di sekitar pompa menciptakan suhu ambient yang jauh lebih tinggi dari suhu udara luar memanaskan tangki seal water dari segala arah.
Sistem pendingin yang sudah tidak sesuai kapasitas.
Pemasangan heat exchanger pada jalur seal water adalah salah satu konfigurasi standar yang direkomendasikan untuk sistem LRVP yang beroperasi dalam kondisi panas dengan tujuan membuang panas kompresi dari seal liquid sebelum air dikembalikan ke pompa.
Sayangnya, banyak pabrik gula tua di Indonesia mengandalkan cooling tower atau kolam pendingin yang sudah berumur jauh melampaui kapasitas desain awalnya atau bahkan tidak memiliki sistem pendingin khusus untuk seal water sama sekali.
Baca Juga : Vacuum Pump Tak Optimal Jadi Penyebab Kualitas Gula Kristal Menurun
Ketika vakum di pan masakan merosot di siang hari, dampaknya tidak berhenti pada angka di gauge:

Ini adalah solusi paling langsung dengan cost-effectiveness terbaik untuk sebagian besar kasus. Pemasangan heat exchanger pada jalur seal water.
Dalam konfigurasi closed loop, seal liquid disirkulasi sepenuhnya dan panas dibuang melalui heat exchanger sebelum air kembali masuk ke pompa. Konfigurasi ini digunakan di mana konservasi air penting dan kondisi operasi menuntut kontrol suhu yang ketat.
Target suhu seal water masuk pompa yang harus dicapai adalah di bawah 25°C, dengan batas maksimal 30°C. Untuk instalasi di pabrik gula, plate heat exchanger atau shell and tube heat exchanger adalah pilihan yang umum dengan media pendingin berupa air dari sumber yang lebih dingin atau air menara pendingin.
Indikator delta suhu yang ideal antara seal water masuk dan keluar pompa adalah 5–7°C. Jika selisih ini lebih tinggi, debit seal water perlu ditingkatkan.
Tips instalasi tambahan:
Jika cooling tower sudah ada namun efektivitasnya menurun: periksa kondisi fill media, distribusi air, dan kondisi kipas. Pastikan debit air yang melewati tower sesuai dengan kapasitas desain. Pabrik yang sudah meningkatkan kapasitas giling tanpa meng-upgrade sistem pendingin perlu mengevaluasi ulang apakah kapasitas cooling tower masih memadai.
Baca Juga : Hindari Kerugian Downtime dengan Preventive Maintenance Sekarang Juga
Ketika perbaikan sistem pendingin tidak cukup atau ketika pabrik membutuhkan vakum yang lebih dalam dari yang bisa dicapai oleh unit single-stage saat ini two-stage liquid ring vacuum pump adalah solusi yang lebih permanen.
Pada pompa two-stage, gas dihisap dan dikompresi oleh stage pertama, lalu dihisap kembali dan dikompresi lebih lanjut oleh stage kedua dalam satu unit yang terintegrasi. Keunggulan utama untuk kondisi tropis:
Two-stage paling direkomendasikan untuk pabrik di lokasi dengan suhu ambient tinggi tanpa sistem pendingin yang memadai, atau ketika unit single-stage yang ada sudah sering bermasalah dengan performa di siang hari dan tidak ekonomis lagi untuk dipertahankan.
Beberapa hal yang sering diabaikan namun bisa memberikan dampak signifikan tanpa investasi besar:
Salah satu alat paling efektif untuk manajemen performa LRVP adalah catatan performa sederhana rekaman tertulis atau digital pembacaan vakum, suhu seal water, dan debit aliran yang diambil secara berkala. Penurunan vakum secara bertahap selama beberapa minggu biasanya mengindikasikan keausan internal yang lambat, sementara penurunan mendadak biasanya menandakan kejadian akut seperti kebocoran seal atau perubahan beban gas.
Checklist yang sebaiknya dicatat setiap shift:
Data historis yang konsisten memungkinkan tim teknis mengidentifikasi tren penurunan performa jauh sebelum menjadi masalah produksi yang nyata.
Baca Juga : Checklist Maintenance Vacuum Pump & Blower Sebelum Musim Giling Tebu
Vacuum drop di siang hari adalah masalah yang sangat umum di pabrik gula Indonesia namun juga masalah yang sangat bisa diatasi dengan pendekatan yang sistematis dan tepat.
PT Intidaya Dinamika Sejati menyediakan Vacuum Pump Becker dalam konfigurasi single-stage maupun two-stage, yang dapat dikonsultasikan sesuai dengan kondisi aktual pabrik Anda.

Tim engineering kami siap membantu menganalisis profil performa vakum harian Anda, mengevaluasi apakah masalah ada pada sistem pendingin, spesifikasi pompa, atau instalasi dan merekomendasikan solusi yang paling tepat dan ekonomis.
Konsultasikan desain sistem vakum yang tahan suhu tinggi bersama tim engineering kami sebelum pola drop vakum yang berulang setiap siang terus menggerus kapasitas produksi dan efisiensi energi pabrik Anda musim giling demi musim giling.
¹ MSK Vacuum (2024). Water Ring Vacuum Pump: The Effect of Water Temperature on Performance — tekanan uap jenuh air pada 30°C adalah 42,42 hPa; koefisien pengaruh suhu K1 = 1,07 pada tekanan inlet 400 hPa, artinya performa turun 7% dibanding kondisi standar 15°C.
² Wikipedia. Liquid-ring pump — standar performa LRVP diukur pada kondisi udara kering dan suhu seal water 15°C atau lebih rendah; kondisi ini menjadi basis kurva performa yang diterbitkan hampir semua produsen.
³ AirVacTech (2025). How to Troubleshoot Low Vacuum in Nash Liquid Ring Pumps — suhu seal water yang direkomendasikan adalah 15–20°C; suhu di atas rentang ini mengurangi kapasitas vakum karena liquid ring menjadi kurang rapat dan tekanan uap meningkat.
? Aglitz, J. & Bhatnagar, R.K. (NItech / Nash Kinema). Installing Liquid-Ring Vacuum Pumps — dalam konfigurasi closed-loop, heat exchanger membuang panas kompresi dari seal liquid sebelum air dikembalikan ke pompa; delta suhu ideal antara seal water masuk dan keluar adalah 5–7°C.
? Process Vacuum (2023). Liquid Ring Vacuum & Compressors — udara kering dengan seal water panas menghasilkan penurunan kapasitas karena tekanan uap di dalam bucket impeller meningkat; delta suhu ideal 5–7°C, jika lebih tinggi debit seal water perlu ditingkatkan.