25 Mar 2026 - Vacuum Pump | By Admin

Vacuum Pump Sering Drop Saat Siang Hari? Ini Solusinya untuk Pabrik Gula di Iklim Tropis

Ada pola yang sangat familiar bagi engineer dan operator di pabrik gula Indonesia, pagi hari produksi berjalan lancar, vacuum gauge di pan masakan menunjukkan angka yang memuaskan, dan masakan berjalan sesuai jadwal. Namun ketika jarum jam mendekati pukul 11.00–13.00, tanpa ada perubahan apapun pada setting mesin, angka vakum mulai merosot perlahan.

Operator merespons, namun tidak banyak yang bisa dilakukan. Masakan melambat, konsumsi uap naik, dan target produksi shift siang mulai terancam. Keesokan harinya, pola yang sama berulang.

Ini bukan kerusakan mendadak. Ini bukan pompa yang rusak secara tiba-tiba. Ini bisa diprediksi, dicegah, dan diatasi asalkan penyebab mendasarnya dipahami dengan benar.

Mengapa Air Panas Membunuh Vakum?

Untuk memahami fenomena ini, perlu dipahami terlebih dahulu cara kerja liquid ring vacuum pump (LRVP) jenis pompa vakum yang paling umum digunakan di stasiun masak pabrik gula.

LRVP bekerja dengan memanfaatkan air yang diputar oleh impeller eksentrik di dalam casing untuk membentuk "cincin cair" (liquid ring). Cincin air inilah yang berfungsi sebagai seal sekaligus media kompresi menjebak gas dari sisi inlet dan mendorongnya ke sisi discharge. Tanpa cincin air yang rapat dan stabil, tidak ada vakum yang bisa tercipta.

Di sinilah suhu air menjadi variabel yang paling kritis.

Menurut hukum gas Dalton, tekanan campuran gas sama dengan jumlah tekanan parsial masing-masing komponennya. Performa vacuum pump dengan prinsip liquid ring sangat dipengaruhi oleh tekanan uap jenuh (saturated vapour pressure) dari seal water yang digunakan.

Dalam praktiknya, ini berarti:

  • Pada suhu seal water 15°C: tekanan uap air ≈ 17 mbar, ini adalah kondisi standar yang digunakan produsen untuk mengkalibrasi kurva performa pompa
  • Pada suhu 25°C: tekanan uap air ≈ 32 mbar
  • Pada suhu 30°C: tekanan uap air ≈ 42 mbar
  • Pada suhu 35°C: tekanan uap air ≈ 56 mbar
  • Pada suhu 45°C: tekanan uap air ≈ 96 mbar

Kenaikan tekanan uap air ini langsung berdampak pada penurunan performa pompa. Hampir semua kurva performa liquid ring vacuum pump dari produsen dibuat berdasarkan kondisi seal water 15°C. Artinya: pompa yang Anda beli memiliki spesifikasi vakum maksimum yang diukur pada kondisi ideal, kondisi yang hampir tidak pernah tercapai di ruang mesin pabrik gula Indonesia di siang hari.

Jika suhu seal water masuk adalah 30°C, koefisien pengaruh suhu (K1) pada tekanan inlet 400 hPa adalah 1,07 artinya performa aktual turun 7% dibanding kondisi standar 15°C. Semakin rendah tekanan inlet (semakin dalam vakum yang dibutuhkan) dan semakin tinggi suhu air, semakin besar dampaknya terhadap performa.

Suhu seal water yang direkomendasikan untuk operasi optimal adalah 15°C hingga 20°C. Suhu di atas rentang ini mengurangi kapasitas vakum pompa karena liquid ring menjadi kurang rapat dan tekanan uap meningkat, sehingga rasio kompresi efektif berkurang.

Baca Juga : Mengenal Vacuum Pump, Jenis dan Cara Kerjanya

Mengapa Masalah Ini Lebih Parah di Pabrik Gula Indonesia?

masalah pabrik gula terkait vacuum

Pabrik gula di iklim tropis menghadapi kombinasi tiga faktor yang saling memperparah:

  • Suhu ambient yang tinggi di puncak siang hari.

    Sentra pabrik gula di Jawa Timur Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang dan di wilayah Jawa Tengah seperti Pekalongan dan Tegal, mengalami suhu udara yang bisa mencapai 33–37°C di puncak musim kemarau. Air dari sumber manapun sumur, sungai, atau menara pendingin yang sudah tua suhunya ikut naik signifikan di siang hari.

  • Ruang mesin yang minim ventilasi.

    Ruang pompa di pabrik gula konvensional jarang dirancang dengan sistem ventilasi yang memadai. Panas yang dihasilkan oleh turbin, ketel, dan pipa uap di sekitar pompa menciptakan suhu ambient yang jauh lebih tinggi dari suhu udara luar memanaskan tangki seal water dari segala arah.

  • Sistem pendingin yang sudah tidak sesuai kapasitas.

    Pemasangan heat exchanger pada jalur seal water adalah salah satu konfigurasi standar yang direkomendasikan untuk sistem LRVP yang beroperasi dalam kondisi panas dengan tujuan membuang panas kompresi dari seal liquid sebelum air dikembalikan ke pompa.

    Sayangnya, banyak pabrik gula tua di Indonesia mengandalkan cooling tower atau kolam pendingin yang sudah berumur jauh melampaui kapasitas desain awalnya atau bahkan tidak memiliki sistem pendingin khusus untuk seal water sama sekali.

Baca Juga : Vacuum Pump Tak Optimal Jadi Penyebab Kualitas Gula Kristal Menurun

Dampak Operasional Lebih dari Sekadar Angka Vakum yang Turun

Ketika vakum di pan masakan merosot di siang hari, dampaknya tidak berhenti pada angka di gauge:

  • Titik didih nira naik. Vakum yang lemah berarti tekanan di dalam pan masakan lebih tinggi dari seharusnya nira membutuhkan suhu lebih tinggi untuk mendidih, dan konsumsi uap meningkat untuk mengkompensasi.
  • Proses kristalisasi terganggu. Fluktuasi vakum yang terjadi setiap hari di jam yang sama menyebabkan fluktuasi suhu di dalam pan masakan. Pertumbuhan kristal gula yang seharusnya berlangsung stabil menjadi tidak konsisten ukuran kristal tidak seragam dan nilai ICUMSA bisa ikut naik.
  • Kapasitas produksi harian berkurang. Pan masakan yang lebih lambat menunda jadwal sentrifugal dan seluruh alur produksi berikutnya. Jika ini terjadi setiap hari selama musim giling, kehilangan produksi kumulatifnya sangat signifikan.

Cara Mengatasi Masalah Vacuum Drop di Pabrik Gula?

solusi vacuum drop pabrik gula

1. Perbaiki Sistem Pendingin Seal Water

Ini adalah solusi paling langsung dengan cost-effectiveness terbaik untuk sebagian besar kasus. Pemasangan heat exchanger pada jalur seal water.

Dalam konfigurasi closed loop, seal liquid disirkulasi sepenuhnya dan panas dibuang melalui heat exchanger sebelum air kembali masuk ke pompa. Konfigurasi ini digunakan di mana konservasi air penting dan kondisi operasi menuntut kontrol suhu yang ketat.

Target suhu seal water masuk pompa yang harus dicapai adalah di bawah 25°C, dengan batas maksimal 30°C. Untuk instalasi di pabrik gula, plate heat exchanger atau shell and tube heat exchanger adalah pilihan yang umum dengan media pendingin berupa air dari sumber yang lebih dingin atau air menara pendingin.

Indikator delta suhu yang ideal antara seal water masuk dan keluar pompa adalah 5–7°C. Jika selisih ini lebih tinggi, debit seal water perlu ditingkatkan.

Tips instalasi tambahan:

  • Pasang termometer atau sensor suhu pada jalur masuk seal water monitoring real-time memungkinkan operator merespons sebelum vakum terdampak
  • Pastikan strainer pada jalur seal water tidak tersumbat penyumbatan strainer mengurangi debit air dan mempercepat pemanasan
  • Lindungi tangki penampung seal water dari paparan sinar matahari langsung dengan atap atau insulasi sederhana

Jika cooling tower sudah ada namun efektivitasnya menurun: periksa kondisi fill media, distribusi air, dan kondisi kipas. Pastikan debit air yang melewati tower sesuai dengan kapasitas desain. Pabrik yang sudah meningkatkan kapasitas giling tanpa meng-upgrade sistem pendingin perlu mengevaluasi ulang apakah kapasitas cooling tower masih memadai.

Baca Juga : Hindari Kerugian Downtime dengan Preventive Maintenance Sekarang Juga

2. Upgrade ke Vacuum Pump Two-Stage

Ketika perbaikan sistem pendingin tidak cukup atau ketika pabrik membutuhkan vakum yang lebih dalam dari yang bisa dicapai oleh unit single-stage saat ini two-stage liquid ring vacuum pump adalah solusi yang lebih permanen.

Pada pompa two-stage, gas dihisap dan dikompresi oleh stage pertama, lalu dihisap kembali dan dikompresi lebih lanjut oleh stage kedua dalam satu unit yang terintegrasi. Keunggulan utama untuk kondisi tropis:

  • Mampu mencapai vakum yang lebih dalam dengan suhu seal water yang sama dibanding single-stage
  • Kurva performa yang lebih toleran terhadap kenaikan suhu seal water penurunan vakum saat suhu naik tidak sedratis single-stage
  • Efisiensi energi lebih baik untuk aplikasi yang membutuhkan vakum tinggi (> 600 mmHg)

Two-stage paling direkomendasikan untuk pabrik di lokasi dengan suhu ambient tinggi tanpa sistem pendingin yang memadai, atau ketika unit single-stage yang ada sudah sering bermasalah dengan performa di siang hari dan tidak ekonomis lagi untuk dipertahankan.

3. Evaluasi Instalasi dan Tata Letak

Beberapa hal yang sering diabaikan namun bisa memberikan dampak signifikan tanpa investasi besar:

  • Panjang pipa seal water: terlalu panjang berarti lebih banyak panas yang diserap sebelum air masuk pompa pertimbangkan rerouting atau penambahan insulasi pada pipa
  • Posisi pompa: jika memungkinkan, jauhkan dari sumber panas utama seperti pipa uap bertekanan tinggi atau dinding yang terpapar matahari langsung
  • Ventilasi ruang pompa: exhaust fan sederhana yang membuang udara panas dari ruangan bisa menurunkan suhu ambient di sekitar pompa secara signifikan

Monitoring Harian: Parameter yang Wajib Dicatat Setiap Shift

Salah satu alat paling efektif untuk manajemen performa LRVP adalah catatan performa sederhana rekaman tertulis atau digital pembacaan vakum, suhu seal water, dan debit aliran yang diambil secara berkala. Penurunan vakum secara bertahap selama beberapa minggu biasanya mengindikasikan keausan internal yang lambat, sementara penurunan mendadak biasanya menandakan kejadian akut seperti kebocoran seal atau perubahan beban gas.

Checklist yang sebaiknya dicatat setiap shift:

  • Suhu seal water masuk (target: < 30°C)
  • Vacuum level aktual di sistem (mmHg) catat tiap 2 jam untuk melihat pola harian
  • Ampere motor lonjakan ampere mengindikasikan pompa bekerja lebih keras untuk mempertahankan vakum
  • Delta suhu seal water masuk vs. keluar (target: 5–7°C)

Data historis yang konsisten memungkinkan tim teknis mengidentifikasi tren penurunan performa jauh sebelum menjadi masalah produksi yang nyata.

Baca Juga : Checklist Maintenance Vacuum Pump & Blower Sebelum Musim Giling Tebu

Jangan Biarkan Suhu Panas Menghambat Evaporasi Nira

Vacuum drop di siang hari adalah masalah yang sangat umum di pabrik gula Indonesia namun juga masalah yang sangat bisa diatasi dengan pendekatan yang sistematis dan tepat.

PT Intidaya Dinamika Sejati menyediakan Vacuum Pump Becker dalam konfigurasi single-stage maupun two-stage, yang dapat dikonsultasikan sesuai dengan kondisi aktual pabrik Anda.

becker pump

Tim engineering kami siap membantu menganalisis profil performa vakum harian Anda, mengevaluasi apakah masalah ada pada sistem pendingin, spesifikasi pompa, atau instalasi dan merekomendasikan solusi yang paling tepat dan ekonomis.

Konsultasikan desain sistem vakum yang tahan suhu tinggi bersama tim engineering kami sebelum pola drop vakum yang berulang setiap siang terus menggerus kapasitas produksi dan efisiensi energi pabrik Anda musim giling demi musim giling.

Referensi

¹ MSK Vacuum (2024). Water Ring Vacuum Pump: The Effect of Water Temperature on Performance — tekanan uap jenuh air pada 30°C adalah 42,42 hPa; koefisien pengaruh suhu K1 = 1,07 pada tekanan inlet 400 hPa, artinya performa turun 7% dibanding kondisi standar 15°C.

² Wikipedia. Liquid-ring pump — standar performa LRVP diukur pada kondisi udara kering dan suhu seal water 15°C atau lebih rendah; kondisi ini menjadi basis kurva performa yang diterbitkan hampir semua produsen.

³ AirVacTech (2025). How to Troubleshoot Low Vacuum in Nash Liquid Ring Pumps — suhu seal water yang direkomendasikan adalah 15–20°C; suhu di atas rentang ini mengurangi kapasitas vakum karena liquid ring menjadi kurang rapat dan tekanan uap meningkat.

? Aglitz, J. & Bhatnagar, R.K. (NItech / Nash Kinema). Installing Liquid-Ring Vacuum Pumps — dalam konfigurasi closed-loop, heat exchanger membuang panas kompresi dari seal liquid sebelum air dikembalikan ke pompa; delta suhu ideal antara seal water masuk dan keluar adalah 5–7°C.

? Process Vacuum (2023). Liquid Ring Vacuum & Compressors — udara kering dengan seal water panas menghasilkan penurunan kapasitas karena tekanan uap di dalam bucket impeller meningkat; delta suhu ideal 5–7°C, jika lebih tinggi debit seal water perlu ditingkatkan.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk memilih vacuum pump yang tepat, atau roots blower yang terjangkau dan beberapa mesin lainnya, Anda dapat menghubungi PT Intidaya Dinamika Sejati. Intidaya Dinamika Sejati adalah perusahaan distributor resmi salah satu produk vacuum pump Becker, roots blower Pedro Gil dan SKF. Produk buatan langsung dari Jerman yang diimpor ke Indonesia hanya melalui PT Intidaya Dinamika Sejati.

Anda dapat menghubungi sales representatif kami melalui telepon atau whatsapp. Atau Anda juga bisa mengunjungi langsung kantor kami yang berada di 4 kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang.
Talk to us about your requirement
Our team are happy to answer any of your queries
Jakarta
Jl. Pangeran Jayakarta
Ruko Blok 123 No. 41
Telp. (021) 600 8054
Semarang
Perum Griya Bukit Jati Asri
Blok C18 - Ungaran Timur
Telp. (024) 7690 2512
Surabaya
Jl. Sidosermo Indah I/11
Kel. Sidosermo - Kec. Wonocolo
Telp. (031) 9984 6910
Jember
Jl. Mh. Thamrin Km 1
Ajung - Kab. Jember
Telp. (0331) 366 505
Medan
Jalan Suasa Tengah, Sampali
Kec. Percut Sei Tuan
Deli Serdang, Sumut
Telp. 0811 253 052
Lampung
Jl. Boegenvile No 14 A
Gedong Meneng Rajabasa
Lampung
Telp. 0853 7104 6530
Makassar
Komp Griya Mutmainnah Indah
Jl. Goa Ria Sudiang Blok B.1
Biringkanaya, Kota Makassar
Telp. 0822 5865 1625
        
Legal Mention | Privacy Policy | PT Intidaya Dinamika Sejati Indonesia @2026 - Created by KIBO CREATIVE